Sabtu, 14 Juni 2014

Pengujian Imajinasi dan Kreativitas

    "Coba sekarang kalian buat cerita tentang kursi ini", kurang lebih begitulah yang ibu Niknik katakan kepada kami sebagai tugas untuk pertemuan kedua bersamanya setelah beliau bercerita di depan kelas. Awalnya kami semua bingung bagaimana membuat cerita tentang sebuah kursi. Itu adalah hari dimana imajinasi dan kreativitas kami dalam berpikir serta menulis diuji. Beberapa dari kami ada yang dengan cepat sudah memiliki ide untuk ceritanya, tetapi ada juga yang masih merasa kesulitan untuk menemukan ide yang salah satunya adalah saya. Membuat puisi dan membuat cerita adalah kelemahan saya karena saya tidak pandai merangkai kata-kata dan kurang imajinatif untuk membuat suatu cerita. Setelah beberapa menit berpikir akhirnya saya dapat merangkai sebuah cerita yang sederhana tentang sebuah kursi.
      Waktu yang diberikan pun habis dan itu berarti saatnya untuk menceritakan cerita yang telah kami buat tersebut kepada teman-teman yang lain. Agar kami semua bersemangat maka ibu Niknik berjanji memberikan bintang untuk orang yang berani menceritakannya. Ternyata setelah dijanjikan hal itu akhirnya beberapa teman saya pun silih berganti  menceritakan cerita mereka tentang sebuah kursi. Saya sangat kagum dengan cerita dan cara pandang mereka terhadap sebuah kursi, ada yang menjadikannya sebagai analogi dari kehidupan, ada yang berpikir kritis dan membuat cerita tentang orang yang berlomba-lomba untuk menduduki kursi DPR, dan cerita-cerita kreatif lainnya.
       Pada pertemuan ini kami diajarkan beberapa teknik untuk menjadi seorang penulis yaitu,  teknik mengawali sebuah tulisan yang menarik, unsur-unsur yang harus ada di dalam sebuah cerita yang ingin kita buat, dan lain sebagainya. Teknik-teknik tersebut pastinya akan berguna bagi kita semua nantinya dan saya senang bisa mendapatkan ilmu tersebut.
Zhafirah Tri F. (13110310034)

20 Maret 2014

Pada hari itu adalah pertemuan pertama kami dengan ibu Niknik M. Kuntarto, dosen bahasa Indonesia yang menggantikan pak OT untuk mengajar di kelas kami. Pertama kali beliau masuk di kelas kami, saya merasa bahwa beliau ini sepertinya orangnya baik dan saya juga pernah mendengar dari teman saya bahwa cara mengajarnya menyenangkan sehingga saya pun menjadi penasaran apakah itu benar atau tidak. Saat beliau memperkenalkan diri, bercengkrama, dan memberikan materi kepada kami ternyata memang benar bahwa beliau adalah dosen yang baik dan mempunyai metode mengajar yang menyenangkan. Materi pertama yang beliau berikan saat itu adalah memberi awalan dan akhiran pada sebuah kata dengan tepat namun, agar kami lebih paham mengenai materi tersebut maka kami semua dibentuk menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang untuk bermain domino yang di belakangnya terdapat satu kata dimana kita harus menambahkan awalan dan atau akhiran pada kata tersebut dengan tepat. Dalam tiap kelompok dipilih dua orang yang paling banyak menjawab dengan tepat untuk kemudia diadu lagi dengan para pemenang dari kelompok lain di babak final. Kelompok yang menjadi juara I semua anggotanya mendapat bintang paling banyak dibanding juara II, III, dan IV. Rasanya menyenangkan bisa bermain sambil belajar sehingga kita tidak merasa bosan saat belajar bahasa Indonesia dan dengan cara tersebut juga kita bisa lebih memahami materi tersebut. Ini salah satu foto kelompok kami saat sedang bermain domino :D
Ada tambahan anggota dalam kelompok ini karena berbeda dengan kelompok yel-yel, orang tersebut adalah Antony Putra
 
 
 
Oleh: Zhafirah Tri F. (13110310034)



Jumat, 28 Februari 2014

Pertemuan Kedua Bahasa Indonesia A1

     Pada 27 Februari di siang hari yang terik ini, saya segera bergegas pergi ke kampus dengan berjalan kaki. Kira-kira sekitar pukul 13:00 saya berangkat dan tidak sampai beberapa menit akhirnya saya sampai dikelas c505. Saat tiba di kelas saya bingung kenapa kelasnya kosong dan tidak ada sama sekali mahasiswa Pak OT, akhirnya saya membuka EUIS dan menemukan bahwa kelas diganti di B605, saya pun bergegas ke sana dan masuk kelas.
     
     Puji Tuhan saya belum terlambat masuk kelas. Sesampainya di kelas saya segera mencari tempat duduk. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pak OT pun datang dan memulai pelajaran bahasa Indonesia. Hari itu terlihat sangat menyenangkan belajar bahasa Indonesia karena mengingat kegiatan membuat blog ini terdapat hadiah yang lumayan jadi saya pun semakin semangat mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.

     Pak OT pun segera menyalakan komputer dan memutar video yel-yel kelas Sistem Informasi,  mulai dari yel-yel yang penuh semangat untuk mendapatkan jantung hati sampai yel-yel yang bisa mengocok perut. Kami semua bergembira menonton video yel-yel tersebut. Setelah setengah pelajaran berlalu tiba-tiba datang tamu tak terduga yang masuk ke kelas kami, yaitu 3 mahasiswa dari Universitas Korea yang menuntut ilmu di Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia. Mereka merupakan murid bimbingan pak OT dari korea untuk belajar bahasa Indonesia.
  
    Saya pun sangat terkejut karena baru tiga minggu mereka di Indonesia, tetapi mereka sudah bisa menyanyikan lagu indonesia di depan kami dan itu merupakan hiburan yang sangat menyenangkan. Mereka saja semangat belajar bahasa Indonesia masa kita sebagai warga Negara Indonesia tidak mau melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Setelah mereka bernyanyi mereka pun pamit keluar kelas untuk bersiap-siap tampil jam tiga siang di gedung C. Tak mau kalah, akhirnya pak OT menunjukkan kebolehannya membaca puisi dengan suara lantang di depan kelas. Puisi yang begitu nyata di telinga itu cukup bisa membuat saya terhenyak beberapa saat.
Tidak terasa waktu pulang pun tiba dan pak OT segera menutup matakuliah hari itu .


-Hatmono Hendarto-
   1311031012

Pertemuan Pertama Bahasa Indonesia A1


   Akhirnya 20 Februari pun datang, hari pertama memulai pelajaran bahasa Indonesia yang saya pikir kurang begitu menyenangkan dan mengasyikkan. Saya melangkah masuk kelas dengan santai, melakukan tapping kemudian mengambil tempat duduk paling belakang karena saya pikir pelajaran ini akan membosankan dan karena saya telah belajar bahasa Indonesia dari SD hingga SMK jadi saya rasa menjenuhkan sekali orang Indonesia belajar pelajaran bahasa Indonesia .

    Sesampainya di depan tempat duduk saya langsung melirik ke arah tempat dosen dan saya melihat pak O.T. Sinaga dengan wajah yang sangar dan badan yang besar sedang duduk di sana. Saya pun semakin merasa pelajaran ini akan membosankan dan juga akan banyak hukuman.

     Pada saat awal pelajaran dimulai saya masih merasa biasa saja, tetapi entah mengapa pada saat pak OT memulai absen satu persatu mahasiswanya di sana terdapat candaan-candaan kecil yang menurut saya sangat lucu dan bisa membangkitkan suasana. Seiring dengan berjalannya waktu pak OT mulai menceritakan pengalaman akademiknya yang bisa membawanya hingga berkeliling dunia, saya cukup tertarik akan cerita beliau tersebut.
   
     Menurut saya pelajaran pak OT sangat komunikatif dan mengajarkan mahasiswanya untuk tidak pasif di dalam kelas. Beliau akan memberikan "jantung hati" kepada mahasiswanya yang bisa menjawab setiap pertanyaan dan kuis yang diberikan. Jantung hati tersebut akan membantu nilai kita nantinya sehingga saya merasa terpacu untuk belajar bersama beliau. Selain itu pak OT juga bisa membangkitkan suasana kelas yang tadinya biasa-biasa saja menjadi lebih aktif dengan cara belajar yang serius tapi santai.

     Di awal perkuliahan pak OT memberitahu bagaimana sistematika penilaian dan pembelajaran beliau, kemudian ia memecah kami menjadi beberapa kelompok untuk membuat yel-yel dan ia juga membagikan buku panduan bahasa Indonesia. Entah kenapa setiap pelajaran pak OT dimulai waktu bergulir cepat dan terasa tidak cukup, saya baru masuk dan tiba-tiba tanpa disadari jam telah menunjukan waktu untuk pulang. Saya sangat menanti pelajaran pak OT minggu depan .



-Hatmono Hendarto-
    13110310012

Pertemuan Pertama Mata Kuliah Bahasa Indonesia

   20 Februari 2014 merupakan hari pertama kelas kami, yaitu kelas A-1 sistem informasi 2013, untuk belajar mata kuliah bahasa Indonesia. Saat saya masuk ke kelas dan ternyata dosennya sudah duduk di sana, saya sempat merasa sedikit takut karena kelihatannya dosen tersebut galak.  Hal itu juga dirasakan oleh teman-teman saya.
   Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 dan pelajaran pun dimulai. Seperti biasa, jika masih awal pertemuan pasti dimulai dengan perkenalan dan beliau pun mengenalkan dirinya kepada kami. Saat beliau memperkenalkan namanya, yaitu Olo Tahe Sinaga atau biasa dipanggil Pak OT, ternyata baru ketahuan kalau beliau ternyata orangnya lucu, asik, suka bercanda, dan mungkin bisa dibilang dosen gaul juga. Semua pemikiran awal kami yang mengira beliau galak pun sirna, suasana kelas pun menjadi cair dan tidak tegang lagi seperti di awal. Selain orangnya suka bercanda, ternyata Pak OT juga merupakan dosen bahasa Indonesia yang memiliki banyak prestasi. Beliau sudah beberapa kali pergi ke luar negeri karena diminta untuk mengajar bahasa Indonesia di sana.
   Di awal perkuliahan Bahasa Indonesia ini, beliau menjelaskan tentang sistem pengajaran dan juga tentang "jantung hati" yang harus kami kumpulkan untuk bisa menambah nilai kami. Setelah itu, Pak OT membagi kami ke dalam 8 kelompok dan setiap kelompok ditugaskan untuk membuat yel-yel serta blog. Yel-yel tersebut nantinya harus di unggah ke Youtube dan yang paling kreatif serta banyak jumlah pengunjungnya akan mendapatkan jantung hati dari Pak OT. Akhirnya setelah kelas bahasa Indonesia selesai, semua kelompok pun mengatur strategi untuk membuat yel-yel yang kreatif.

Zhafirah Tri F. (13110310034)

Kamis, 27 Februari 2014

BELAJAR BAHASA INDONESIA #Pertemuan Pertama



Kami dari kelompok "Keragaman Bahasa"
Nama Kelompok :
# Andikha Karisma (13110310082)
# Danni Halim (13110310013)
# Gerry Christian (13110310028)
# Hatmono Hendarto (13110310012)
# Steven Charlino (13110310019)
# Zhafirah Tri Fadiah (13110310034)


      Pelajaran awal di Semester 2 mata kuliah bahasa Inonesia, oleh Dosen kami Pak Olo Tahe Sinaga. Saat awal masuk kelas sebelum mengenal Pak OT rasanya takut dan seakan-akan kelas tidak akan menyenangkan, tetapi setelah mengikuti kelas perdana bahasa Indonesia kami benar-benar salah dengan persepsi kami. Prasangka buruk tentang kelas yang tidak nyaman, dosen yang membosankan, dan mata kuliah yang tidak enak semua diubah oleh Pak OT. Kami sangat senang dan sangat beruntung bisa mendapatkan dosen seperti beliau dan kami juga sangat berharap di pertemuan yang berikutnya tetap bisa terjaga keharmonisannya seperti di hari pertama belajar bahasa Indonesia.

      Pak Olo Tahe Sinaga yang akrab disapa Pak OT adalah sosok dosen yang sangat baik dan berwibawa. Beliau mengajarkan kami bagaimana cara mencintai negara kami yaitu negara Indonesia serta memperkenalkan berbagai macam budaya dan kekayaan alam di Indonesia ini.
      Kami dari kelompok Keragaman Bahasa mengucapkan terimakasih atas bimbingan yang telah Pak OT berikan kepada kelas kami Sistem Informatika 2013.